Senin, 19 Mei 2008

pencarian

Siang semuanya....
Saya baru aja pulang, capek seh tapi ga pa2. saya senang kalau sudah berada disini rasanya semua beban yang saya pikul berkurang apalagi kalu saya sudah mulai meng-olah ragakan tangan saya dengan memencet tombol-tombol kecil yang ada didepan saya.
Ah...
Kebahagiaan saya pun semakin bertambah ketika saya sudah mulai bercerita kepada semuanya. rasanya tak ada lagi beban hidup ini (terlalu melankolis ya...).
Tapi beneran lho...
Saya orangnya jujur ga boong. Kan kata mama kalau boong nanti Allah marah dan saya bisa dibakar dengan api yang besaraaaar bgt. Jadinya saya takut boong...imut ya :)
Oya..
tadi saya jalan, eh bukan ding.
tadi saya pergi ke BPS, nanyain masalah BLT untuk kabupaten Bungo. Saya ketemu dengan bapak Bakhtian, dia di BPS Kab. bungo berperan dibidang sosial, masyarakat tentunya. Tempatnya lumayan jauh dari pusat kota (karena Bungo memprioritaskan daerah pinggir kota sebagai lahan perkantoran, semua pasti udah tau apasih tujuan pemerintah melakukan semua itu?".
Kembali ketopik permasalahan, kepada bapak yang aslinya adalah orang Malang itu (jauh juga ya dia merantaunya..) untuk data BLT yang dipakai adalah data tahun 2005. Kenapa? Katanya adalah sudah ketentuan dari pusat. Jadinya sesuai dengan permintaan pemerinta kabupaten (pemkab) kami hanya mempunyai peran sebagai penyedia data, sedangkan ketentuan-ketentuan yang mengikat dengan hal-hal tertentu termasuk tahun tersebut adalah kuasa dari atas. kemudian ditanya soal, kenapa tidak memakai data terbaru, dia tetap aja menjawab "ini sudah ketentuannya". Wah saya juga sudah tidak tertarik lagi untuk meneruskannya. Dan pertanyaan pun saya tutup.
Merasa tidak puas dengan apa yang saya dapatkan, saya putar haluan menuju kantor Bupati Bungo. Rencana awal saya mo ketemu dengan kabag perekonomian sesuai dengan petunjuk dari pihak BPS yang tadi saya temui. Katanya "Permasalahan BLT sudah ditangani oleh pihak perekonomian pemkab,". Terang dengan berbekal arahan tersebut saya tibalah di pemkab. Tapi sayangnya kabag perekonomian Taufik Kh. sedang mengikuti rapat. Dan akhirnya saya putuskan untuk menunggu dikantin. Sambil menunggu saya sempatkan untuk sarapan, padahal waktu itu sudah pukul 10.- (sepuluh lewat maksud saya..).
Maklumlah kebiasaan saya molor jam makan masih terus berkembang. Selesai makan, saya lanjutkan pencarian untuk menemui kabag tersebut, dan akhirnya ketemu. Tapi apa yang terjadi? Bapak satu ini ternyata juga sedang diburu wartawan. Maklumlah masalah kenaikan BBM yang menghebohkan ini adalah dibawah naungan kabag ini. Terang aja, setiap ada kesempatan wartawan sebagai pemburu berita ada didekat beliau. Akhirnya saya pun ketemu, tapi anehnyasaya belum dapatkan apa yang tadi saya rencanakan. Tau kenapa? Ditempat yang sama juga sudah ada rekan saya. Tetapi dia hadir dengan tema yang berbeda, ga ingin berbentrokan saya ngalah dan kembali mencoba untuk menunggu.
Capek menunggu, akhirnya saya putuskan untuk pulang karena saya udah dapatkan no telpnya. Yah begitulah kepribadian saya, ga suka berebutan tapi dunia yang sekarang saya lakoni adalah dua yang penuh dengan persaingan. Saya hanya berharap no telp yang saya punya cukup bisa menjawab semua pertanyaan yang saya inginkan... *

Sabtu, 17 Mei 2008

Berada dalam dunia saat ini sebenarnya bukan pilihan ku. Tapi aku tak pula kuasa untuk mencari dunia lain, andaikan ada. tapi kata mereka dunia lain yang aku dambakan itu tak pernah ada. yang ada hanyalah dunia yang saat ini aku pijak. dunia yang saat ini aku diami dan dunia yang saat ini memberikan apa yang aku dapatkan saat ini. tak ada yang bisa dan tak ada yang akan bisa...